Sabtu, 26 Oktober 2013

kota

sebuah metode yang tiada batas materi
tiada habis di bakar api
panasnya matahari di atas kepala
sukma terenggut oleh tajamnya mata runcing
mata hati yang telah lama mati
                       
darah kepal hitam yang seakan tiada mau berwarna
jantung hidup tiada mau berdegup
dingin malam raga tak terasa
serpihan angin hinggap di depan mata pelipis
hiruk pikuk orang jalanan tak mengerti alur jalannya pulang
tak melihat orang tua terjatuh

sahut-sahutan orang pinggiran jalan kota
bagai ngaungan-ngaungan binatang buas
siap menerkam anak sang betina ayam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar